Minggu, 25 Juli 2010

PHOTOGRAPHY-IDENTITY

Self Identity - SubSelf

Self identity

Definition: 

the identity of a thing with itself awareness of one's individual identity the conscious recognition 

of the self  as having a unique identity

Identity development as a form of modern product 

are being studied from various perspectives: sociology, phenomenology, semiotics, design 

and various viewpoints which believes that the development process of aesthetic patterns in

certain subculture can actually explain a lot about the process that occurs in such space.


self identity – sub self

Subself:

  • is a radical and experimental from theory of “SELF”
  • "letting one's sub-personalities speak" 
  • contains a self system & system of interrelations between them

The interaction dynamics between these sub-selves is the crucial factor in a person's complex, 

internal evolving ecology. human experience is viewed as self – subself


Subself: I-It and I-You concept (Martin Buber)

  • I-It relationship : a relationship between a self and a thing or a collection of things
  • I-You relationship : a relationship between a self and another self as a self
  • Two selves may relate in the I-It mode, or in the I-You mode : it is a question of whether the one

self recognizes the other one as a genuine self, equal to itself in reality and integrity; or whether it

merely interprets the other one as a stiff, inanimate portion of the external world.


Self identity - photography

Photo is a foot print, a literally matter of certain moment which was convinced as quintessence of

an event.

This field should be available to stimulate socio-political and cultural memories that occurred 

and provide antidote against the outward satisfaction for the loss of memory and historical 

consciousness.  


Photography - subculture

“Subculture is the Meaning of Style” 

subculture provides a sense of individuals who feel neglected by the dominant, which then

delivers and let it develop something, this is the notion of identity itself.

Photography in subculture area could be an alternative that will serve different space, position, 

and portion.


Finally 

“…photography  is like choosing a biscuits…”

We are trying to put it back in to passionate base for every person to be creative and choosing 

their identity.

We tried to make a picture that is constantly changing, fragmented and biased clearly, 

systematically and according to the instincts of the physical space where my emotions and 

desires is the players.


this group discussion was summarized by Frans Ari Prasetyo. 2010









REALITAS MEMILIH

Pemakaian fotografi dan ‘membaca’ foto mulai dijadikan kebiasaan, hal ini didukung oleh percepatan teknologi yang memungkinkan semua orang mampu ‘memfoto’. Dalam essainya ‘Uses of photography’ (1978) John Berger , kritikus seni dan budaya asal Inggris menyimpulkan bahwa pembuatan foto berubah dari sebuah ritual – suatu kejadian istimewa yang dapat direkam karena adanya teknik baru  menjadi sebuah ‘refleks’.

 

“Kamera menjadikan setiap orang untuk menjadi turis dalam realitas orang-orang yang melihatnya, dan pada akhirnya menjadikan hal itu realiatasnya sendiri”( Susan Sontag).

 

Fotografi merupakan sebuah abstraksi yang memperlihatkan tatanan dunia berdasarkan perspektif yang dikelompokan, ini berlainan dengan cara kita melihat : kita melihat dunia tidak dengan satu titik pusat, tidak dengan sudut pandang yang tetap. Namun foto diterima sebagai penggambaran harfiah dan nyata, Susan Sontag (1977) memaparkan bahwa foto adalah sebuah jejak, sebuah cetakan harfiah dari apa yang terjadi pada saat itu yang menetapkan perwujudan sebuah peristiwa.

 

Pada massa sekarang persepsi kita tentang realita secara berangsur terpaut erat dengan fotografi. Sukses fotografi menjadi penting dalam pemaparan budaya visual yang menyerap sejumlah besar bidang entertainment untuk menstimulir penjualan dalam masyarakat konsumtif.

 

Akhirnya kita mempertanyakan apakah ada bidang fotografi lainnya, yang mampu bertahan terhadap konsumentisme. Bidang ini seharusnya tersedia untuk menstimulir ingatan sosial politik dan budaya yang terjadi dan memberikan penawar terhadap kepuasan lahiriah atas kehilangan daya ingat dan kesadaran historis.

 

Memilih:  Identitas ? tendentious

 

“....dalam interaksi hal-hal yang tidak mungkin terjadi, kita memungkinkan segala sesuatu untuk terjadi....” , Jean Bauldrillard

 

Perkembangan identitas sebagai salah satu bentuk rekayasa modern kini tengah dipelajari dari berbagai sudut pandang : Sosiologi, fenomenologi, semiotik , linguistik, religius , politik, seksual, aesthetic dan berbagai sudut pandang kombinasinya yang mempercayai bahwa proses berkembangnya pola-pola estetika dalam subbudaya/subculture tertentu sesungguhnya dapat menjelaskan banyak hal mengenai proses yang terjadi pada ruang tersebut.

 

Subculture itu sendiri ditandai oleh suatu oposisi yang sistematis kepada kultur dominan mungkin digambarkan sebagai counter culture, dalam bukunya Dick Hebdige “Subculture is the meaning of style” memberikan gambaran bahwa subculture dapat dirasa sebagai hal negatif karena bersifat kritik kepada sesuatu yang dominan dimana subculture tersebut memberikan sebuah perasaan individu yang merasa dilalaikan oleh yang dominan tersebut yang kemudian memberikan dan membiarkannya mengembangkan sesuatu, ini merupakan pengertian dari identitas itu sendiri. 

 

Kaitannya pada fotografi dapat dihubungkan, dimana fotografi dominan sangat mendominasi lini persepsi para fotografer dalam memotret, maka fotografi dalam wilayah subculture menjadi alternatif lain yang memberikan ruang, posisi dan porsi yang berbeda.

 

Bandung, sebagai ruang, dimana kebudayaan anak muda (Youth culture) lokal berkembang dan berevolusi bersama dengan berbagai perangkatnya yang identik dengan hasrat atau passion, musik, lifesyle, fashion,visual art yang merupakan media signifikan dalam wilayah politik identitas mereka. Terlepas dari suasana posisi geografisnya yang kondusif, para pelaku dan artefak dalam ruang ‘youth culture’ memiliki identitasnya sendiri yang berkarakter dari setiap generasinya sehingga mempopulerkan  subculture Punk sampai merebaknya jaringan indiepop dan fashion industri (clothing).

 

Di wilayah ini selain bergeraknya tanda-tanda yang dapat dibaca sebagai usungan mereka dan bahasa respon anak muda terhadap dunia sekitar mereka, juga bergerak sebuah hasrat untuk menemukan identitas dan sekaligus pencarian makna atas kehidupan yang berbeda dengan generasi mereka sebelumnya, fotografi menjadi pilihan yang paling realistis untuk menangkapnya dan akhirnya subculture ini mulai ‘memiliki’ orang-orang yang berdedikasi mengabadikan setiap momen kultural yang terjadi disana. Tidak sekedar mengabadikan dalam bentuk performance, tetapi  mulai diharapkan untuk terlibat lebih jauh dan sama-sama bergerak sebagai sebuah perangkat yang mutual.

 

 

 

 

Kita bertanya-tanya, kenapa harus berada di jalur ini ?

 

“..... memotret itu sama dengan memilih biskuit.....” ,

 

Disini  kita akan terus mengambil objek yang kita senangi dan akan menyisakan yang tidak kita senangi dan itu akan menjadi tidak berguna, tetapi bila kita melihat kebergunaan atau tidaknya sebuah image dari nilai kapital di masyarakat konsumtif tadi maka memotret dalam ruang lingkup subkultur ini menjadi tidak berguna.

Kita coba kembalikan pada sebuah passion yang dapat menjadi alas mendasar untuk individu berkreasi dan memilih identitasnya. Idealis memang, tapi bila hal ini tidak sepenuhnya disadari untuk menjadi sebuah kebutuhan maka akan muncul ketidakkonsistenan dalam berkarya.

 

Konsisten, agak sulit bila sudah dikaitkan dengan faktor komersialisasi & industri, tapi hal ini bergantung pada bagaimana ruang ini menilai sebuah karya fotografi untuk dibawa menjadi media komersil yang saling menguntungkan tanpa mengurangi nilai substansi dari sudut pandang yang menaunginya.

 

inconvenience job experience when people do not want to esteem a photograph masterpiece and hopes that altogether can be free (no charge at all)…….”  Cindy Frey (2006)

 

Mungkin Gleen E. Friedman dapat dijadikan contoh, dengan peluncuran buku F*ck You All, F*ck You Too dan F*ck You Heroes yang memaparkan keberadaan aktivitas ini dari era70-an sampai sekarang atau Cindy Frey dengan buku kumpulan fotonya yang diterbitkan Obssesive Prod (Belgia) dapat menjadi reference bagaimana fotografi subkulture ini tetap ada dengan posisi lebih bermakna dari sekedar usaha pendokumentasian belaka, namun juga sebagai media yang mewakili individu aktif dalam sebuah aktifitas cultural/politis dalam menyampaikan pesan dan ide-ide dari dunia yang mewakilinya dan ini ‘mungkin’ akan menjadi awal dari sebuah basis ekonomi baru dalam ruang lingkup subculture itu sendiri.

 

Dan pada akhirnya, hal ini memberikan sebuah penegasan dalam keharusan memilih......... itu terserah! Hanya orang-orang yang berani mengambil pilihan yang akan tetap ada dan tetap konsisten, tetapi yang setengah hati/terbawa arus tren yang ada (budaya dominan/global) akan terseleksi dengan sendirinya.

 

“ Saya mencoba membuat gambaran yang terus berubah, terbagi-bagi dan berpihak jelas, sistematis dan menurut naluri atas ruang fisik serta hasrat emosi dimana saya-lah pemainnya”, Antoine d’Agata (1999)

 

 


Frans A. Prasetyo

2008

 

 

 

 

RELEASE




Andriana Tj

Born in Bandung 1981

andriana.tj@gmail.com

 

Education

Environmental Health Academy

Diverse photography courses

 

Group Exhibition 

2010                                        

Indonesiaku Tanah Airku Art & Photograpy Exhibition, Jakarta ID

2009                            

Bandung 200 Tahun Photography Exhibition, Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung ID

2009                            

Image of Indonesia Art & Photography Exhibition, Jakarta ID

2008                            

Undiscovered Spaces Photography Exhibition, Jendela ide Art Space, Bandung ID

2006                            

My Diary Contemporary Photography Exhibition Han”s Alternative Art & Galery,  Bandung ID

2004                            

Bandung Journalist Photography exhibition Soemarja Gallery, Bandung ID

AIDE-MEMOIRE







Fransiskus Adi Pramono

born in Cibinong, ID, 1987

tanparaga_tanpabusana@yahoo.com 

www.digitalpisang.blogspot.com

 

Education

Faculty of Social & Politic Science, International Relation Department, Parahyangan Catholic University, Bandung ID

 

Group Exhibitions

2010 - 2011                 

Upcoming Touring Exhibition: Project #00 – an art movement by Gita Mahatma, Riksa Afiaty, Fransiskus Adi Pramono, Frans A.Prasetyo, Andriana Tj, Amanda Angela Soenoko, Yasmina Dwiariani, facilitated by Jendela Ide, in Bandung, Jakarta, Yogya, Semarang ID etc.

2008                            

Pergumulan Batin Manusia Indonesia, Parahyangan Catholic University, Bandung ID

2008                            

Shoud I Hate Architecture, Parahyangan Catholic University, Bandung ID

2008                            

What is Queer?, Q Film Festival, Centre Culturel Francais, Bandung ID

2007                            

X-MAX, accept difference – maximize tolerance at Jendela Ide Sabuga, Bandung ID

2005                            

Repetitio, St. Bellarminus Photograpy Club, St. Bellarminus High School, Jakarta ID

 

Organizational Background

2010                                                                            

Management team of Jendela Ide Art Space

2007 – 2008                

Chairman of Parahyangan Photography Unit

2006 - now                              

Member Parahyangan Photography Unit

2005 - now                              

Founder and chairman of Kebun Pisang Selamanya

2004 – 2005                

Chairman of St. Bellarminus Photography Club

VOCIFERATE (SHOUT, COMPLAIN, ARGUE)




Frans A. Prasetyo

Born in Bandung Indonesia , 24 February 1982.

fransariprasetyo@gmail.com

frankazoid_photo@yahoo.com

www.frankazoid.multiply.com

 

Education

2009                            

Extension Course at Philosophy in Parahyangan University, ID

2006                            

Graduated Industrial Enggineering from General Achmad Yani University, ID

 

Solo Exhibition      

2005                            Seductive Light - if Venue, Bandung, ID

   

Group Exhibition :

2010 - 2011                 

Upcoming Touring Exhibition: Project #00 – an art movement by Gita Mahatma Manik, Riksa Afiaty, Fransiskus Adi Pramono, Frans A.Prasetyo, Andriana Tj, Amanda Angela Soenoko, Yasmina Dwiariani, facilitated by Jendela Ide, in Bandung, Jakarta, Yogya, Semarang ID etc.

2010                                                                

INDONESIA Tanah Airku - Indonesian Heritage Society, Sentral Senayan Jakarta, ID

2009                                                    

INFLUENCE - Centre Culturel Francais (CCF), Bandung, ID

2009                                                    

Menjadi Indonesia - Museum Arsip Nasional, Jakarta, ID

2009                                                    

Bandung Underground Berkabung, Fotografi Bandung 200 Th. Gd. Indonesia Menggugat, Bandung, ID

2009                                                    

Dear ANDRY - RuangRupa Gallery; Jakarta ID & MES 56 gallery; Yogyakarya, ID

2008                                                    

Dear ANDRY - S-14 Gallery; Bandung ID

2008                                                    

Undiscovered Spaces - Jendela Ide Art Space; Bandung, ID

2008                                                    

ThrashFest  (colaboration with artist in Bandung, Japan, USA & Australia), Brown House (Taman Pramuka), Bandung, ID

2008                                                    

What is Queer ? QFF - Centre Culturel Francais (CCF), Bandung; ID

2007                                                    

Sound Art : Goodmorning City Noise : Gallery Soemardja

ITB, Bandung, ID  

2007                                                    

Sabotage - Tabor, Czech Rep.                                 

2006                                                    

8th HELLENIC photographic. National Gallery of GREECE.

2006                                                    

Art & Resistance (With Azlan M & Michael Ashrof  from Austalia), Galeri Pintu Merah Sanggar Luhur, Bandung, ID

2006                                                    

My Diary - Hans gallery, Bandung; ID

2006                                                    

Micro Festival (With New Zealand Artist) - Ultimus Space, Bandung, ID

2004-2006                   

IF Venue (International Alternative Space) IF Venue was initiated as Non Government Organization. If was established as a medium for young people developing their potential talent in which they have known or they have not know so that they could be responsive and active in any activities of youth cultures communities. It is aimed as an organization which is managing any programs (music, visual art, performance, poetry, etc). Moreover, If also a space for national or in ternational artist residence project. If produce, serve and manage its creative mission through well designed selected mediation, such as : ideas, information, emotional, and aesthetic exchange activities like presentation, discussion, workshop, exhibition, etc. Bandung, ID

2006                                                    

At The Gigs! - Pottluck Gallery, Bandung, ID

2005                                                    

Class indie pop 95 - Common Room; Bandung, ID

2005                                                    

Cikapundung Apa Kabar – Gedung Sumur Bandung; ID                               

2005                                                   

Zine “How the Body Works” (With Dan McKinley, Australia) - If Venue, Bandung, ID

2005                                                    

24 Frames - My Life - iF Venue, Bandung, ID     

 

Community  Sharing (speaker & fasilitator)

2009                            

Xerox  Photograph – Braga Festival, YPK Buliding Bandung, ID

2008                            

Subculture Photograph - Braga Festival, Bandung, ID

2007                            

Subculture Photograph documentary - Clothing company (Distro) Bandung, ID

2006                            

Workshop - SCENETHETIC (Subculture Photograph) Communication Visual Design – Indonesia Computer University, Bandung, ID

2006                            

Do It Yourseft in Youth Culture activity – Muhammadiyah Activities – Bandung, ID

2005                            

Performance in stage (Subculture Photograph), Faculty of Communication – Bandung Islamic University, ID

 

Workshops

2008                            

Workshop KITA project Japan Foundation – Handscrool (Drawing & Viewer) with Matsumoto Chikara; Selasar Sunaryo, Bandung, Indonesia

2006                            

Workshop Art & Resistance; Galery Soemardja, ITB, Bandung, Indonesia

2005                            

Workshop Kultur Laden photography, Germany

2003                            

Workshop Architecture photography - Kota Baru Parahyangan, Bandung, ID

2003                            

Workshop PinHole Camera - Kita Gallery, Bandung, Indonesia

 

Experiences & Activities

2004-now                    

International Subculture Community “Facilitating subculture activities (Music, Art & Literacy) when artist/ community from various states (America, Europe, and Asia) wishing to do workshop, discussion, live music, performance, etc in Indonesia, especially Bandung“

2004-2005                   

Research Assistant of  “Do It Yourself (DIY) community as alternative activities of youth culture” project (PhD research of Sean M. Iverson, Faculty of Social & Culture Studies, University of Western Australia)                    

SELF & SUBSELF



Gita Mahatma,

born in Bandung, 1989

gitaman246@gmail.com

www.contra246.tumblr.com

 

Education

2008                            

Scholarship Student at Faculty of Philosophy, Cultural Department, Parahyangan Catholic University, Bandung ID

2007                            

Extension Course on Philosophy II, Parahyangan Catholic University, Bandung ID         

2006                            

Extension Course on Philosophy I, Parahyangan Catholic University, Bandung ID

 

Workshops

2008                                                                

Photography Workshop by Krisna Satmoko at Jendela

Ide, Bandung ID

2007                                                                

Music Workshop – bass techniques & compositions by Jalu Rohanda at Jendela Ide, Bandung ID

2006                                                                

Visual Art Workshop – drawing techniques & composition by Isa Perkasa at Jendela Ide, Bandung ID

2004 - 2005                 

Body Movement Workshop - techniques & expression by Dede Dablo at Jendela Ide, Bandung ID

2003                                                                

Pinhole Camera Workshop at Jendela Ide by World in Positive, France

 

Internship


2009                                                                

Internship at artist-designer studio Stefan Sagmeister, Ubud, Bali ID

2007 – 2008                

Internship at artist-designer studio Pintor Sirait, Sanur Bali ID

2006                                                                

Internship at film-maker Ariani Dermawan, Bandung ID

 

Exhibitions/ Performances

2010 - 2011                             

Upcoming Touring Exhibition: Project #00 – an art movement by Gita Mahatma Manik, Riksa Afiaty, Fransiskus Adi Pramono, Frans A.Prasetyo, Andriana Tj, Amanda Angela Soenoko, Yasmina Dwiariani, facilitated by Jendela Ide, in Bandung, Jakarta, Yogya, Semarang ID etc.

2008                                                                

Undiscovered Spaces at Jendela Ide, Bandung ID

 

Experience

2010                                                                            

working on documentary DVD of Burgerkill, a hardcore band, Bandung ID

2010                                                                            

official documentation for Koil, an industrial-metal band, Bandung ID

official documentation for Tcukimay, a trash-punk band, Bandung ID      

2009                                                                            

cameraman for Balinesse Dance Research for la Cinematheque de la Danse

2007 - 2009                             

working on projects development with Pintor Sirait:

 - Changi Airport Singapore murals,

 - Sculpture for Indonesian Central Bank,

 - Formula 1 sculpture and video art,

- His/Hers-Catalogue for Pintor Sirait & Astari’s Exhibition.

 - Multimedia Installation for Indonesian Central Bank

2007 – 2008                            

official documentation of Jendela Ide, Bandung ID

2006                                                                           

cameraman for the making of “Anak Naga Beranak Naga” (Dragons Beget Dragons) by Ariani Dermawan

2006 – now                                         

freelance visual communication designer

 

Organizational Background

2010                                        

Jendela Ide Art Space Management Team, Bandung ID        

2010                                        

Member of Bandung Oral History, Commonroom Networks, Bandung ID

2010                            

Jendela Ide Youth Management - Program Coordinator of Community Youthfest

2009                            

Jendela Ide Youth Management - Media Relation of Bandung World Jazz Festival.

2008                            

Jendela Ide Youth Management - Artistic Director of Modjembe Stomps The Ground – Jendela Ide Percussion in Concert 2008 at Sabuga Bandung

2007                            

Jendela Ide Youth Management – Youth General Coordinator of Unity in Diversity, a jazz gathering, workshop & performance of diverse expression, regarding to the United Nation Day at Sabuga Bandung

2006                            

Jendela Ide Youth Management - Youth General Coordinator for Digital Sound Event at Jendela Ide Bandung.

FAKENESS


Meet Otsu

Amanda Angela Soenoko

Born in Bandung, 1988

script & actress

mambo.angela@yahoo.com

 

Yasmina Dwiariani

Born in Jakarta, 1988

video maker, graphic designer and communication visual analyzer

yasmina.dwiariani@yahoo.com

www.yasminadwiariani.weebly.com

 

Unlimited ideas, possibilities, spaces, and the gratitude for uniqueness of a subject become our common-ground to create autodidact artworks in a form of video and photography, under the label meet OtsuOur learning-scape and laboratory is wherever possibilities and ideas could be developed. Both of us become involved with Jendela Ide through events & workshops

 

2008                

Amanda Angela Soenoko became youth coordinator of Modjembe Stomps the Ground by Jendela Ide Sabuga, Bandung ID

2009                

Yasmina Dwiariani became official designer for Bandung World Jazz Festival 2009 by Jendela Ide Sabuga, Bandung ID

IRONY & SIGN













Riksa Afiaty

Bandung, 1986

ruangantariksa@gmail.com

www.orgasmwithoutkamasutra.blogspot.com

 

Education

Faculty of Language and Art, French Literature Department of University of Education of Indonesia

 

Workshop                                                                                               

2008

Jalan-Jalan in Bandung (Discover Bandung) with Rosa Verhoeve and Henry Ismail, Bandung ID

Photography Workshop by Krisna Satmoko at Jendela Ide Bandung ID

 

Group Exhibition

2010 - 2011                        Upcoming Touring Exhibition: Project #00 – an art movement by Gita Mahatma, Riksa Afiaty, Fransiskus Adi Pramono, Frans A.Prasetyo, Andriana Tj, Amanda Angela Soenoko, Yasmina Dwiariani, facilitated by Jendela Ide,in Bandung, Jakarta, Yogya, Semarang ID etc.

2010

Art and Photography Exhibition 2010 – Indonesia  Our Land and Sea, The Indonesian Heritage Society, Jakarta ID

2009                                                            

Art and Photography Exhibition 2009 - Images of Indonesia, The Indonesian Heritage Society, Jakarta ID

2008

“Undiscovered Spaces” Jendela Ide, Bandung ID

"Mini Art Project” Rumah Proses, Bandung ID

 

Award

2009                                    

Honorable Mention Award HIS Art and Photography Exhibition

                                                           

Internship and Cultural Activities           

2006 – now                                    

Jendela Ide – cultural institution for children & youth

2009 – 2010                        

CCF Jakarta – Centre Culturel Fran├žaise - Department of Culture Program Internship as Communication Officer